Halaman Depan

Berikut ini adalah gambar dari Peta Konsep Gerak Lurus.

Peta Konsep Geral Lurus

Gerak Lurus

Gerak lurus adalah gerak benda yang lintasannya berupa garis lurus. Gerak lurus dibedakan menjadi 2, yaitu:gerak lurus beraturan (GLB)dan gerak lurus berubah beraturan (GLBB).

Gerak Lurus Beraturan

Gerak lurus beraturan adalah gerak benda yang kecepatannya setiap selalu sama. Secara umum gerak lurus beraturan dirumuskan sebagai:

S=S0+vt

Dengan:
S    = jarak yang ditempuh (m)
So    =kedudukan awal (m)
V    = kecepatan benda (m\s)
T    =selang waktu (s)

Hubungan antara jarak dengan waktu dan kecepatan dengan waktu dapat digambarkan dalam grafik berikut ini!

Gerak Lurus Berubah Beraturan

Gerak lurus berubah beraturan adalah gerak lurus yang kecepatannya setiap saat selalu berubah. Perubahan kecepatan bisa positif atau negatif(bila benda mengalami pertambahan kecepatan atau pengurangan kecepatan).

Pengurangan kecepatan yang dialami benda disebut percepatan\perlambatan dilambangkan dengan a dan dirumuskan sebagai:

dengan:

a    = percepatan\perlambatan benda (m\s2)
∆v    = perubahan kecepatan (m\s)
∆t    = selang waktu (s)

Perubahan kecepatan terhadap selang waktu secara tetap dapat digambarkan melalui grafik berikut ini!

Persamaan lain yang digunakan dalam gerak lurus berubah beraturan adalah:

Dengan :

Vo    = kecepatan awal (m\s)
Vt    = kecepatan pada saat t detik (m\s)
s    = jarak yang ditempuh (m)
a    = percepatan (m\s2)
t    = selang waktu (s)

Gerak Vertikal

Gerak vertikal adalah gerak suatu benda dalam arah vertikal terhadap tanah yang mendapat percepatan gravitasi bumi. Ada 3 jenis gerak vertikal yang akan kita bahas, yaitu:
1.    gerak jatuh bebas;
2.    gerak vertikal ke bawah; dan
3.    gerak vertikal ke atas.

Gerak Jatuh Bebas

Gerak jatuh bebas merupakan bagian dari gerak lurus berubah beraturan (GLBB). Hanya saja, percepatan yang dialami benda besarnya sama dengan percepatan gravitasi bumi di mana benda mengalami gerak jatuh benda. Dalam hal ini, gesekan udara diabaikan sehingga konsep ini tidak berlaku untuk benda-benda yang ringan, kecuali terjadi diruang yang hampa udara.

Dari persamaan GLBB, kita dapat merubahnya menjadi persamaan gerak jatuh bebas dengan a = g, Vo = 0, s = h sehingga diperoleh:

Dengan :

Vt     = kecepatan benda pada saat t (m/s)
g     = percepatan gravitasi bumi (m/s2)
h     = ketinggian benda diukur dari tanah (m)

Pada gerak jatuh bebas ini, benda mengalami kecepatan maksimun pada saat benda menyentuh tanah.

Gerak Vertikal Ke Bawah

Gerak vertikal ke bawah adalah gerak jatuh bebas dengan kecepatan awal tertentu (Vo!=0). Persamaan-persamaan yang digunakan sama dengan persamaan-persamaan  dalam gerak jatuh bebas Vo 0, sehingga dapat ditulis:

Dengan:

Vo    = kecepatan awal (m/s)
Vt    = kecepatan pada saat t detik (m/s)
h    = ketinggian benda diukur dari tanah(m)
g    = percepatan gravitasi (m/s2)
t    = selang waktu (s)

Gerak Vertikal Ke Atas

Gerak vertikal ke atas adalh gerak benda yang dilemparkan vertikal ke atas dengan kecepatan awal Vo. Hal ini berarti, bahwa arah percepatan gravitasi g berlawanan dengan arah gerak benda sehingga yang terjadi adalah perlambatan terhadap arah gerak benda.

Pada gerak vertikal ke atas berlaku persamaan-persamaan sebagai berikut.

Dengan :

Vo    = kecepatan awal (m/s)
Vt    = kecepatan pada saat t detik (m/s)
h    = ketinggian benda diukur dari tanah (m)
g     = percepatan gravitasi (m/s2)
t    = selang waktu (s)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: